Opini

Idul Adha di Masa Pandemi COVID-19

Idul Adha di Masa Pandemi COVID-19 – 31 Juli 2020 merupakan hari raya Islam, Idul Adha. Hari Raya Idul Adha berarti hari penyembelihan hewan kurban. Hal ini telah dilakukan sejak jaman dahulu, sejak peristiwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang diperintahkan oleh Allah SWT. untuk berkurban.

Namun, ada yang berbeda dengan Idul Adha tahun ini. Seperti judul diatas, Idul Adha tahun ini dilaksanakan di masa pandemi COVID-19. Pandemi yang melanda seluruh dunia sejak Desember tahun lalu ini masih berlangsung hingga sekarang.

Idul Adha Dilaksanakan Dengan Protokol Kesehatan

Prosesi Shalat Idul Adha
Prosesi Shalat Idul Adha

Meski berbeda, Idul Adha masih bisa dilaksanakan di masa pandemi COVID-19 ini dengan protokol kesehatan. Protokol tersebut seperti memakai masker, menjaga jarak, membawa sajadah sendiri, dan memakai hand sanitizer.

Namun, terdapat beberapa hal yang disayangkan saat diselenggarakannya Shalat Idul Adha di kompleks perumahaan saya. Kurangnya kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan seperti memakai masker dan membawa sajadah masing-masing.

Masih banyak orang yang tidak melaksanakan protokol tersebut, meskipun juga banyak yang sudah sadar akan pentingnya memakai masker dan membawa sajadah sendiri.

Pelaksanaan rangkaian shalat alhamdulillah berjalan dengan lancar. Raut wajah bahagia pun juga terpancar dari orang-orang yang melaksanakan shalat Idul Adha.

Penjualan dan Pemotongan Hewan Kurban

Hewan Kurban
Hewan Kurban

Pemotongan hewan kurban di masjid komplek dilaksanakan H+1 sesudah shalat. Sehabis shalat tadi saya melihat halaman masjid ternyata sudah ada kambing yang datang.

Alhamdulillah jumlah hewan yang dikurbankan cukup banyak. Adanya pandemi COVID-19 ini tidak menyurutkan warga untuk berkurban.

Pemerintah melalui Kementrian Pertanian dan Kementrian Agama juga menerbitkan surat edaran yang berisi panduan pelaksanaan kurban di masa pandemi. Panduan tersebut berisi langkah mitigasi resiko penjualan dan penyembelihan hewan kurban.

Penjualan dan pemotongan kurban kali ini berbeda dengan sebelumnya. Dimana pemotongan kurban saat ini perlu memerhatikan protokol-protokol kesehatan yang telah ditetapkan guna mencegah penularan COVID-19.

Penjualan hewan kurban saat ini juga dilakukan secara daring atau online dimana penjual dan pembeli tidak berinteraksi langsung guna mencegah penularan COVID-19.

Jikalau penjualan hewan kurban dilakukan secara langsung, maka perlu diperhatikan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker dan mengecek suhu tubuh.

Sedangkan untuk pemotongan hewan kurban protokolnya seperti dilakukan di tempat terbuka, hewan dalam keadaan sehat, petugas memakai masker, dan memakai alat masing-masing.

Selain itu, diharuskan juga menjaga jarak, mencegah / menghindari kerumunan orang, dan daging kurban diantar ke alamat penerima sehingga mengurangi kontak fisik.


Memang, pelaksanaan Idul Adha tahun ini berbeda dan merepotkan dari tahun sebelumnya. Namun kita mesti bersyukur karena bisa melaksanakan ibadah shalat Idul Adha meskipun dengan protokol kesehatan.

Sekian artikel mengenai Idul Adha di Masa Pandemi Covid-19, baca juga artikel mengenai Opini lainnya ya!

Semoga bermanfaat, terima kasih sudah membaca~

Show More

Kisna Hafizh J.

Mahasiswa yang suka menulis dan bercerita.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button