Awalnya Ragu, Setelah Pakai Samsung Z Fold 7 16/512 Justru Ketagihan
Harga mahal, desain lipat yang masih terdengar “rawan”, dan stigma HP lipat yang terasa gimmick. Jujur saja, semua itu jadi alasan kenapa banyak orang — termasuk saya — sempat ragu sebelum akhirnya memutuskan pakai Samsung Galaxy Z Fold 7 varian 16GB/512GB.
Table Of Content
- Ragu Itu Masuk Akal, Apalagi di Harga Segini
- Kesan Pertama: Ini Fold Paling “Normal” yang Pernah Ada
- Momen Ketagihan Itu Datang Tanpa Disadari
- Varian 16GB/512GB: Ini Alasan Kenapa Rasanya Selalu Siap
- Performa Sehari-hari: Bukan Buat Pamer Angka
- Kamera: Bukan yang Paling “Wow”, Tapi Bisa Diandalkan
- Baterai: Cukup, Asal Tahu Batasannya
- Kekurangan yang Baru Terasa Setelah Dipakai
- Kesimpulan: Kenapa Akhirnya Justru Ketagihan?
Apalagi kalau sebelumnya sudah nyaman pakai flagship konvensional. Rasanya wajar bertanya: “Emang sebegitu bedanya?”
Tapi semua keraguan itu mulai runtuh pelan-pelan… justru setelah dipakai harian.
Ragu Itu Masuk Akal, Apalagi di Harga Segini
Samsung Z Fold 7 jelas bukan HP murah. Dengan harga yang sudah masuk wilayah flagship premium, ekspektasinya otomatis tinggi. Kekhawatiran awal pun cukup klasik:
- Takut ribet buka-tutup
- Khawatir layarnya cepat rusak
- Merasa layar besar hanya kepakai sesekali
- Takut cuma “wah di awal”, bosan setelah itu
Namun Fold 7 ternyata bukan HP yang langsung bikin kagum di menit pertama. Ia justru tipe perangkat yang pelan-pelan bikin candu.
Kesan Pertama: Ini Fold Paling “Normal” yang Pernah Ada
Begitu dipegang, satu hal langsung terasa: tipis dan ringan. Ini bukan lagi HP lipat yang terasa tebal dan aneh di saku. Saat dilipat, Z Fold 7 terasa seperti smartphone biasa — bukan “HP darurat” seperti generasi awal Fold.
Engselnya solid, buka-tutup terasa halus dan mantap. Tidak ada rasa khawatir berlebihan. Cover screen-nya pun sudah nyaman dipakai satu tangan untuk aktivitas cepat seperti chat, telepon, atau cek notifikasi.
Di titik ini, keraguan mulai berkurang.
Momen Ketagihan Itu Datang Tanpa Disadari
Awalnya, layar besar hanya dibuka sesekali. Tapi lama-lama, refleks jari mulai berubah.
Baca artikel? Buka layar besar.
Balas chat sambil cek dokumen? Buka layar besar.
YouTube sambil scroll komentar? Layar besar lagi.
Inilah titik di mana Samsung Z Fold 7 mulai terasa “berbeda”. Layar 8 inci-nya bukan sekadar besar, tapi benar-benar fungsional:
- Multitasking dua aplikasi berdampingan tanpa terasa sempit
- Scroll konten lebih nyaman di mata
- Edit dokumen atau lihat PDF jadi jauh lebih enak
- Pekerjaan ringan yang biasanya butuh laptop, sekarang cukup dari HP
Awalnya jarang dibuka. Sekarang justru terasa aneh kalau tidak dibuka.
Varian 16GB/512GB: Ini Alasan Kenapa Rasanya Selalu Siap
Menggunakan varian 16GB RAM dan 512GB storage terasa seperti keputusan tepat.
RAM 16GB membuat:
- Aplikasi jarang reload
- Multitasking tetap lancar
- Pindah-pindah kerjaan terasa mulus
Sementara storage 512GB memberi rasa aman. Tidak perlu mikir hapus file, foto, atau video. Semua terasa “lega”.
Di HP lipat yang memang ditujukan untuk produktivitas, kombinasi ini terasa pas. Tidak overkill, tapi juga tidak tanggung.
Performa Sehari-hari: Bukan Buat Pamer Angka
Samsung Z Fold 7 memang kencang. Tapi yang lebih penting, kencangnya terasa dalam penggunaan nyata, bukan sekadar angka benchmark.
Untuk kerja, multitasking, edit ringan, dan penggunaan harian berat — semuanya aman.
Namun jujur saja, ini bukan HP gaming marathon. Kalau dipakai main game berat berjam-jam, panas tetap terasa dan performa akan turun.
Dan itu wajar. Fold 7 memang bukan dirancang untuk itu.
Kamera: Bukan yang Paling “Wow”, Tapi Bisa Diandalkan
Kamera 200MP di Fold 7 menghasilkan foto yang tajam dan konsisten. Untuk pemakaian harian, dokumentasi kerja, atau kebutuhan konten, hasilnya aman.
Warna foto cenderung natural, tidak terlalu “ngejreng”. Bukan kamera paling spektakuler di kelas flagship, tapi cukup dewasa dan bisa diandalkan.
Video pun stabil, cocok untuk kebutuhan dokumentasi maupun konten sederhana.
Baterai: Cukup, Asal Tahu Batasannya
Baterai Fold 7 bisa bertahan seharian untuk penggunaan normal. Tapi kalau layar besar dipakai terus — apalagi multitasking — siap-siap cari charger di sore atau malam hari.
Fast charging-nya memang bukan yang tercepat di kelasnya, tapi masih cukup membantu. Wireless charging dan reverse charging tetap jadi nilai tambah.
Kekurangan yang Baru Terasa Setelah Dipakai
Beberapa hal memang baru terasa setelah pemakaian:
- Charger masih 25W
- Tidak ada slot S Pen bawaan
- Layar dalam perlu perhatian ekstra
- Harga jelas bukan untuk semua orang
Bukan kekurangan fatal, tapi perlu disadari sebelum membeli.
Kesimpulan: Kenapa Akhirnya Justru Ketagihan?
Samsung Galaxy Z Fold 7 bukan HP yang langsung bikin jatuh cinta.
Ia butuh waktu.
Tapi setelah terbiasa, justru muncul satu masalah baru: susah balik ke HP biasa.
Bukan karena spesifikasinya, tapi karena cara pakainya berbeda. Layar besar, multitasking, dan fleksibilitasnya membuat pengalaman menggunakan smartphone terasa naik kelas.
Awalnya ragu. Sekarang? Ketagihan.




